Sedekah adalah dan salah satu bentuk apresiasi terhadap apa yang dimiliki dengan memberikan kepada yang lebih membutuhkan. Banyak orang yang memiliki banyak rezeki dan barang-barang bernilai namun tidak bersedekah kepada yang membutuhkan. Sedekah sebenarnya bukan meninggalkan apa saja yang dimiliki, namun memberikan sedikit yang Anda miliki kepada yang membutuhkan.
Namun, terkadang beberapa orang masih sulit membedakan apa sih perbedaan sedekah, zakat dan infaq. Untuk memahami lebih jelas mengenai pengertian sedekah dan perbedaannya dengan zakat dan infaq serta manfaat dari bersedekah, berikut adalah detail penjelasannya.
Pengertian Sedekah
Sedekah adalah jumlah uang yang disumbangkan kepada orang dan nominalnya tidak ditentukan. Sedekah tidak hanya berkutat pada materi saja, Anda juga dapat memberikan memberikan barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi sebagai bagian dari hadiah kepada orang lain.
Tidak ada aturan mengenai nominal yang ditentukan tentang seberapa banyak Anda memberi selama itu bermanfaat bagi orang lain. Dalam arti yang lebih luas, memberi sedekah tidak hanya melibatkan uang atau apa yang dapat dibeli dengannya, tetapi semua hal yang dimiliki manusia.
Ya, seperti bakat, waktu dan perasaan untuk berbagi dengan mereka yang menderita dan membutuhkan pertolongan dan hiburan dalam kesedihan dan kesengsaraan yang dirasakan. Dalam arti nyata sedekah tidak harus bernilai uang, sebab yang terpenting adalah niat untuk memberi dan memutuskan.

Sedekah dapat diberikan kapan saja sepanjang tahun dan bisa diberikan kepada siapapun yang membutuhkan. Namun, hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah bahwa semakin banyak sedekah yang Anda berikan, maka semakin besar manfaat yang Anda peroleh darinya.
Ingat, sedekah tidak perlu dalam jumlah besar. Hadiah sedekah kecil sekalipun sama penting dan berharganya, selama apa pun yang Anda lakukan berdampak pada orang di sekitar Anda. Lalu apa yang membedakan sedekah dengan zakat dan infaq?
Beda Sedekah, Zakat dan Infaq
Sedekah dan infaq merupakan amal yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam bahkan ada yang wajib seperti zakat. Zakat harus dibayarkan kepada mereka yang berhak menerima zakat saat mencapai nisab dan haul. Jadi, jangan sampai Anda salah atau bingung dalam mengartikan zakat, infaq dan sedekah.
Di antara ketiga istilah tersebut ada persamaan dan ada perbedaan. Jadi dalam memahaminya Anda harus melihat dari sudut pandang Islam. Zakat, infaq dan sedekah memiliki kesamaan yaitu ketiganya memiliki pelajaran untuk mengentaskan kemiskinan. Tentunya karena segala sesuatu diniatkan untuk memberi kekayaan di jalan Allah dan membelanjakan apa yang dimiliki sesuai dengan yang diperintahkan Allah.
Sedangkan perbedaan salah satunya terletak pada hukum, dimana zakat adalah sesuatu yang harus dikeluarkan ketika sudah mencapai nisab dan haul, sedangkan sedekah dan infaq adalah pemberian harta di jalan Allah, dimana hukumnya tidak wajib.
Jadi zakat itu wajib sedangkan infaq dan sedekah tidak wajib alias sunnah. Selain itu, perbedaannya adalah, bahwa zakat merupakan sesuatu yang sudah memiliki batasan dan standar syara ‘yang akan dikeluarkan, sedangkan infak dan sedekah untuk ibadah sunnah yang tidak ada batasannya, dapat diberikan apapun selama penuh keikhlasan. Sedekah dan infaq juga dapat diberikan kepada siapa saja.
Sederhananya, agar lebih mudah dipahami, perbedaan zakat, infak dan sedekah adalah:
- Zakat : Sesuatu yang wajib dan ada ketentuan kepada siapa diberikan dan kapan diberikan.
- Infaq: Infaq adalah sumbangan sukarela yang diberikan dengan ikhlas
- Sedekah: Sedekah, mempunyai arti yang lebih luas, karena sedekah tidak hanya materi saja bentuknya tetapi juga dalam hal lain seperti jasa dan lain-lain.
Pengertian Zakat, Infaq dan Sedekah
Untuk memperjelas pengertian dari ketiga istilah tersebut, berikut adalah ulasan lengkapnya di bawah ini :
-
Definisi Sedekah
Sedekah berasal dari bahasa Arab yang artinya benar karena asal kalimatnya adalah shadaqa. Jadi, orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar-benar mengamalkan ajaran Islam. Jika melihat terminologi syara ‘, shadaqah adalah tahqiqu syai’in bisyai’i, atau menugaskan sesuatu untuk sesuatu yang lain. Menempatkan sejumlah uang pada seseorang atau di sebuah institusi.
Tak hanya itu, senyuman yang diberikan kepada orang lain pun juga merupakan sedekah. Jadi, sedekah memiliki cakupan yang sangat luas dan segala jenis donasi juga merupakan sedekah. Segala bentuk kebaikan yang Anda lakukan kepada orang lain, tidak terikat waktu, jumlah dan aturan serta tidak terikat materi (bisa non materi) disebut sedekah.
Misalkan Anda menghilangkan batu di jalan raya yang mengganggu kelancaran jalan, ini juga sedekah. Bahkan memberi energi untuk membantu seseorang juga merupakan amal.
Sedekah memiliki arti yang sama dengan infaq. Hukum infaq dan ketentuannya sama dengan sedekah. Hanya saja sedekah lebih luas cakupannya dari pada infaq, karena infa adalah sesuatu yang berkaitan dengan materi, sedangkan sedekah tidak harus materi tetapi bisa juga non materi.
Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Zar, Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda bahwasannya apabila hambanya ini tidak mampu untuk bersedekah dengan mengeluarkan hartanya, maka ia bisa berzikir. Ya, dengan bertasbih, bertakbir hingga mengucapkan tahlil dan tahmid kepada Allah juga termasuk sedekah.
Bahkan, melakukan hubungan suami istri dan menyenangkan pasangannya bisa menjadi bentuk sedekah pula. Umat muslim yang beramar ma’ruf nahi mungkar juga bisa menjadi bentuk dari kegiatan bersedekah.
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi Muhammad memberikan jawaban kepada orang miskin yang iri dengan orang kaya yang bisa bersedekah dengan hartanya. Nabi berkata bahwasannya setiap tasbih, tahmid, takbir dan tahlil yang hambanya ucapkan merupakan bentuk sedekah.
Setiap amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan umat muslim juga bentuk dari sedekah. Serta menyalurkan hasrat kepada istri juga merupakan kegiatan dari sedekah.
-
Definisi Zakat
Zakat dan sedekah adalah konsep amal Islam yang melibatkan pemberian bantuan bagi mereka yang tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Sementara untuk zakat, secara etimologis kata ini memiliki arti “bertambah”, tumbuh dan diberkati. Zakat juga bisa juga diartikan sebagai pembersihan dan pemurnian. Membayar zakat karena beriman kepada Allah, maka apa yang dikeluarkan tidak akan sia-sia dan akan mengembalikan banyak kebaikan kepadanya. Dalam hal ini, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:
“Kumpulkan zakat dari sebagian hartanya dengan zakat yang kamu bersihkan dan sucikan”. (QS: At-Taubah: 103)
Sedangkan dalam pengertian syara ‘, zakat adalah kewajiban mengeluarkan harta tertentu pada saat harta itu mencapai jumlah tertentu (nisab) dan mencapai jangka waktu (haul) tertentu. Kewajiban membayar zakat dari Allah dibebankan kepada orang kaya yang memiliki aset tertentu seperti unta, lembu, kambing dan usahanya yang mencapai nisab dan haul, dan barang tambang dll.
Misalnya, saat kambing yang dimiliki mencapai 40 ekor, dan usianya sudah mencapai haul (setahun), maka satu ekor kambing harus dizakat.
-
Infaq
Infaq berasal dari kata anfaqa yang artinya mencari nafkah atau membelanjakan sesuatu untuk sesuatu. Secara terminologi, infaq adalah menghilangkan sebagian dari harta benda secara sukarela atau mengeluarkan pendapatan atau pendapatan untuk kepentingan yang diadvokasi dalam agama. Infak itu sama dengan shadaqah sunnat, tidak mengakui adanya nisab dan haul.
“Infaq dikeluarkan oleh setiap mukmin, baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah, baik kaya maupun miskin.” (Surat Ali Imron ayat 134).
Infaq bisa diberikan kepada siapa saja termasuk orang tua, miskin, yatim piatu dan lain-lain. Saat ini jenis ibadah, baik zakat, sedekah maupun infaq memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian umat. Zakat hanya wajib diberikan kepada umat Islam oleh umat Islam, bukan membayar zakat kepada non-Muslim atau kafir.
Sementara sedekah bisa diberikan kepada siapa saja, tidak harus umat Islam. Tidak ada aturan yang mengharuskan bahwa sedekah diberikan kepada orang yang beragama Islam. Anda bisa memberikan sedekah kepada siapapun tanpa terbatas golongan, etnis dan agama.
Ya, zakat dan sedekah merupakan dua kata yang keduanya sangat berbeda. Istilah zakat dan sedekah tidak dapat digunakan secara bergantian. Jika seorang Muslim membayar zakat, dia tidak membayar sedekah. Lalu sebaliknya, jika seseorang membayar sedekah, dia tidak membayar zakat.
Zakat adalah kewajiban wajib yang harus dilakukan oleh semua Muslim dan merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Zakat mengharuskan setiap Muslim untuk menyumbangkan persentase tertentu dari pendapatan mereka setiap tahun untuk tujuan amal, khususnya untuk delapan kelompok orang.
Sedekah di sisi lain, adalah murni perbuatan sunah atau sukarela. Berbeda dengan zakat, zakat dapat diberikan kapan saja, kepada siapa saja dan dapat dalam jumlah berapa pun atau apa pun termasuk benda material. Oleh karena itu, sedekah fleksibilitasnya sangat besar.
Sedekah adalah amal yang sangat pribadi dan dilakukan murni untuk mendapatkan berkah dari Allah. Meskipun sedekah bukan kewajiban agama, itu sangat didukung dan disukai dalam Islam. Alquran dan Hadis mendorong umat Islam untuk memberikan sedekah untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Bentuk-bentuk Sedekah
Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, bahwasannya sedekah bisa dilakukan tanpa uang Ya, sedekah tidak terbatas pada uang. Makanan dan pakaian juga sering diberikan sebagai sedekah. Memberikan jasa dan tenaga untuk upaya bantuan bencana, yang sangat dicari saat keadaan darurat terjadi juga bisa bagian dari sedekah.
Ide pokok dari sedekah adalah menyumbangkan sesuatu untuk tujuan mulia atas kemauan sendiri. Sedekah tidak hanya berkontribusi pada soal keuangan saja, namun juga bisa memberikan rasa kasih sayang, sikap baik, atau kemurahan hati dengan waktu dan usaha pada seseorang. Tersenyum kepada tetangga, membimbing orang yang tersesat, atau membantu orang buta semuanya dianggap sedekah.
Contoh lain dari sedekah adalah :
- Berdonasi atau berpartisipasi aktif dalam pembangunan masjid, sekolah, atau panti asuhan
- Menyumbangkan kursi roda ke rumah sakit
- Memberikan buku yang sudah tidak lagi dibaca kepada anak-anak yang lebih butuh.
- Membantu seorang anak melanjutkan pendidikannya
- Menanam pohon
- Memberikan baju bekas untuk korban banjir.
Ya, ada banyak cara lain yang bermanfaat untuk memberikan sedekah, itu semua kembali ke kemampuan finansial dan kemurahan hati seseorang. Selain itu, meskipun Islam mendukung pemberian amal secara pribadi sebagai cara terbaik, memberikan amal secara terbuka – selama pemberi tahu niatnya bukan untuk pamer atau menyombongkan diri, maka itu merupakan contoh yang baik dan diperbolehkan dalam Islam .
Manfaat Sedekah
Lalu apa sih manfaat dari bersedekah itu sendiri? Ternyata sedekah ini tidak hanya memberi pahala saja secara agama saja, namun adapula manfaat lainnya, seperti :
Terkadang, apa yang Anda miliki dan dirasa tidak begitu penting bisa dinilai penting oleh orang lain. Contoh, sepatu misalnya. Anda memiliki banyak koleksi sepatu dan tidak terhitung jumlahnya, sementara orang lain hanya memiliki satu sepatu, bahkan hampir rusak.
Jika Anda mau bersedekah memberikan satu dari sekian sepatu yang Anda miliki, maka itu bisa sangat bermanfaat untuk orang lain. Ingat, sedekah tidak hanya bersifat material, memberi apa yang dibutuhkan orang lain juga bisa bernilai dan dikatakan bermanfaat.
- Memperkuat Nilai Pribadi
Dalam survey penelitian mengapa orang mau berbagi, 96% peserta mengatakan mereka merasa memiliki kewajiban moral untuk menggunakan apa yang mereka miliki untuk membantu orang lain, sebuah sentimen yang sangat berakar pada nilai dan prinsip pribadi mereka.
Perasaan dan hati nurani adalah alasan yang paling banyak diberikan untuk bersedekah. Apa pun jenis pekerjaan, bersedekah memanggil hati nurani mereka. Memiliki kekuatan untuk membantu kehidupan orang lain, bagi banyak orang, merupakan hak istimewa.
Bertindak berdasarkan perasaan tanggung jawab yang kuat ini adalah cara yang bagus untuk memperkuat nilai-nilai pribadi. Dengan bersedekah atas nama nurani ternyata membuat seseorang seperti hidup dengan cara yang sesuai dengan keyakinan etis dirinya sendiri.
- Mengajarkan Anak-anak Pentingnya Berbagi
Berbagi pengalaman mengenai bersedekah dengan anak-anak bisa memberi dampak penting bagi tumbuh kembangnya. Ya, dengan bersedekah, Anda mengajarkan pentingnya arti berbagi. Hal ini menunjukkan kepada anak-anak sejak usia muda bahwa mereka dapat membuat perubahan positif di dunia.
Anak-anak secara alami jadi suka membantu orang lain, jadi memupuk sikap kemurahan hati mereka. Ke depannya, kemungkinan besar, jika mereka sering diajarkan tentang bersedekah, maka anak bisa tumbuh dengan penghargaan yang lebih besar atas apa yang mereka miliki, dan akan terus belajar memberi di masa-masa yang akan mendatang.
Memulai tradisi sedekah bersama anak-anak Anda itu mudah kok. Anda bisa membuat kotak sumbangan keluarga dan ajarkan anak-anak untuk mau mengisinya. Jika anak ingin mengisi, cobalah tanyakan alasannya mengapa ia mau bersedekah. Hal itu bisa mendorong anak untuk mau berbagi sejak dini.
- Dapat Menginspirasi Orang Lain untuk Melakukan Kebaikan yang Sama
Sedekah dapat menginspirasi orang terdekat dan tersayang untuk memberikan hal-hal yang penting bagi mereka. Sedekah bahkan dapat menghasilkan upaya seluruh keluarga untuk mendukung kegiatan yang sama ebagai kelompok.
Kemungkinan besar, banyak dari anggota keluarga sudah menyumbang atau berdonasi pada lembaga amal. Tapi bagaimana jika Anda bekerja sama dengan seluruh keluarga sehingga sedekah yang dihasilkan jadi lebih banyak dan dapat membuat lebih banyak dampak positif? Bisa saja apa yang Anda lakukan bersama keluarga bisa menginspirasi yang lain untuk mau bersedekah.
Pada akhirnya, dengan bersedekah, maka Allah mengganti kekayaan si pemberi dan melipatgandakannya, sembari meninggikan keimanannya. Sedekah adalah suatu tindakan yang diyakini tidak hanya bermanfaat bagi orang di kehidupan ini tetapi juga di akhirat. Jadi, mari bersedekah!
Ayo ikut Gerakan Sedekah Sejuta Quran dengan cara klik link dibawah ini: